BOHONG – KATA MUTIARA

Deas 15Berbohong hanya akan membuat dirimu menjadi sengsara. Jadi jangan berbohong jika ingin hidup bahagia.

Jangan pernah berbohong kepada cowok yg mempercayai kamu. dan Jangan pernah mempercayai cowok yang berbohong kepada kamu. Gitu aja. Simple

Jangan biasakan berbohong kerana ia adalah ciri-ciri munafik dan menghilangkan kasih sayang orang kepada kita.

Jangan pernah menjadikan alasan untuk membuat sekecil apapun alasan untuk berbohong,

Jangan pernah berbohong dan berkata kamu mencintai seseorang padahal sebenarnya tidak

Jangan berbohong, kepribadian adalah hal penting yg membuat orang tertarik satu sama lain.

Jangan pernah berbohong pada sahabat, karna mereka akan slalu ada disaat kamu membutuhkan

Jangan pernah kita berbohong hanya untuk menjadikan kita terlihat baik

Kalo beneran sayang, buatlah dia selalu tertawa, peduli dengan perasaan dia, berjuang, dan jangan pernah berbohong.

Jika kau ingin dipercaya, maka jujurlah.jika kau ingin jujur, maka Jangan berbohong.jika kau tak ingin berbohong, jadilah dirimu sendiri.

Jangan berbohong pada perasaanmu. Cepat atau lambat, itu akan menjadi hal yang paling kamu sesali.

Cobalah untuk selalu berbicara apa adanya. Jangan tergoda untuk berbohong meski hanya terkesan sepele karena dapat menjadi kebiasaan.

Jangan berbohong jika kamu ingin menyelesaikan masalah. Karena ketika kamu berbohong, akan muncul masalah lain pun kepercayaan akan hilang.

jangan berbohong, karena berbohong akan mengantarkan kepada kejahatan & kejahatan akan mengantarkan pada neraka

Jangan pernah percaya kepada orang yang membohongi kamu, dan jangan berbohong kepada orang yang mempercayai kamu

Berbohong itu hak setiap orang. Tapi kalo udah nggak dipercaya lagi dan mulai dijauhin, ya jangan nyesel..

jangan pernah berbohong, apalagi pada orang terdekatmu, sebab padanyalah kau akan berbagi tawa dan duka

Jangan pernah berbohong, karena setiap orang menginginkan kejujuran, terutama orang yang mencintaimu

jangan suka berbohong karena hidupmu akan di permainkan keadaan dan kepalsuan

Jika tidak katakan tidak, jika iya , katakan iya, jangan berbohong dan membuat ku merasakan sakit yang lebih jauh

Jangan sekali-kali berbohong. Karena kebohongan pertama harus ditutupi oleh kebohongan2 selanjutnya.

Jangan pernah berbohong, bila anda tidak ingin mengalami kebohongan.

Jangan pernah berbohong pada dia yg kamu sayang. Kejujuran mungkin menyakitkan, tp kebohongan menghancurkan segalanya.

Jangan berbohong menyembunyikan kesedihan, sedang air mata datang dengan kejujuran…

Jangan hanya karena ingin dibilang WoW kamu berbohong mengatakan sesuatu yang seharusnya tak kau katakan!

Jangan pernah berbohong dalam keadaan apapun. Sebab; jujur itu lebih baik walaupun kadang sakit, daripada senang karena bohong.

Beberapa orang terlalu berusaha untuk menjadi apa yang di inginkan, itu sebab mengapa terjadi kebohongan.

Jujur bukan pilihan, tetapi kewajiban. Kebohongan bukan jalan, tetapi hanya menunda kehancuran.

Saat kita sering melakukan kebohongan, lama kelamaan itu akan menjadi kebiasaan yg wajar kita lakukan.

Kebohongan, sekecil apapun, itu lebih mengecewakan daripada kesalahan yang ditutupi kebohongan itu sendiri.

Ketika berbohong, kamu selalu saja membuat alasan ini dan itu yang akan berujung pada kebohongan-kebohongan yang lainnya

Kebohongan mungkin dapat menyelamatkan sementara, tapi akan menimbulkan masalah yang lebih besar nantinya

Serapih apapun kebohongan tersimpan, suatu saat PASTI terbongkar

Tidak akan pernah ada kebaikan dan impian yang bertahan saat kamu memulainya dengan kebohongan.

Kebohongan kecil bisa merusak hidupmu.. tapi kejujuran kecil bisa membebaskanmu, kalau kamu mau menerimanya.

Akuilah kekalahan dengan sportif dan lapang dada. Jujur lah karna kebohongan tak akan merubah kenyataan.

Semua orang benci kebohongan. Sekalipun kebohongan itu demi kebaikkan..

Istri Harus Taat Suami atau Orang Tua ?

Suatu saat, dalam sebuah riwayat dari Anas bin Malik RA dikisahkan  sebagian ahli hadis menyebut sanadnya lemah. Tatkala sahabat bepergian untuk berjihad, ia meminta istrinya agar tidak keluar rumah sampai ia pulang dari misi suci itu. Di saat bersamaan, ayah anda istri sedang sakit. Lantaran telah berjanji taat kepada titah suami, istri tidak berani menjenguk ayahnya.

Merasa memiliki beban moral kepada orang tua, ia pun mengutus seseorang untuk menanyakan hal itu kepada Rasulullah. Beliau menjawab, “Taatilah suami kamu.” Sampai sang ayah menemui ajalnya dan dimakamkan, ia juga belum berani berkunjung. Untuk kali kedua, ia menanyakan perihal kondisi nya itu kepada Nabi SAW. Jawaban yang sama ia peroleh dari Rasulullah, “Taatilah suami kamu.” Selang berapa lama, Rasulullah mengutus utusan kepada sang istri tersebut agar memberitahukan Allah telah mengampuni dosa ayahnya berkat ketaatannya pada suami.

Kisah yang dinukil oleh at-Thabrani dan divonis lemah itu, setidaknya menggambarkan tentang bagaimana seorang istri bersikap. Manakah hak yang lebih didahulukan antara hak orang tua dan hak suami, tatkala perempuan sudah menikah. Bagi pasangan suami istri, ‘dialektika’ kedua hak itu kerap memicu kebingungan dan dilema.

Syekh Kamil Muhammad ‘Uwaidah dalam buku Al Jami’ fi Fiqh An Nisaa’ mengatakan seorang perempuan, sebagaimana laki-laki, mempunyai kewajiban sama berbakti terhadap orang tua. Hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA menguatkan hal itu. Penghormatan terhadap ibu dan ayah sangat ditekankan oleh Rasulullah. Mengomentari hadis itu, Imam Nawawi mengatakan hadis yang disepakati kesahihannya itu memerintahkan agar senantiasa berbuat baik kepada kaum kerabat. Dan, yang paling berhak mendapatkannya adalah ibu, lalu bapak. Kemudian disusul kerabat lainnya.

Namun, menurut Syekh Yusuf al- Qaradhawi dalam kumpulan fatwanya yang terangkum di Fatawa Mu’ashirah bahwa memang benar, taat kepada orang tua bagi seorang perempuan hukumnya wajib. Tetapi, kewajiban tersebut dibatasi selama yang bersangkutan belum menikah. Bila sudah berkeluarga, seorang istri diharuskan lebih mengutamakan taat kepada suami. Selama ke taatan itu masih berada di koridor syariat dan tak melanggar perintah agama.

Oleh karena itu, imbuhnya, kedua orang tua tidak diperkenankan mengintervensi kehidupan rumah tangga putrinya. Termasuk memberikan perintah apa pun padanya. Bila hal itu terjadi, merupakan kesalahan besar.

Pasca menikah maka saat itu juga, anaknya telah memasuki babak baru, bukan lagi di bawah tanggungan orang tua, melain kan menjadi tanggung jawab suami. Allah SWT berfirman, “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita). (QS an-Nisaa’ [4]: 34).

Meski demikian, kewajiban menaati suami bukan berarti harus memutus tali silaturahim kepada orang tua atau mendurhakai mereka. Seorang suami dituntut mampu menjaga hubungan baik antara istri dan keluarganya. Ikhtiar itu kini dengan kemajuan teknologi bisa diupayakan sangat mudah. Menyambung komunikasi dan hubungan istri dan keluarga bisa lewat telepon, misalnya.

Alqaradhawi menambahkan, di antara hikmah di balik kemandirian sebuah rumah tangga ialah meneruskan estafet garis keturunan. Artinya, keluarga dibentuk sebagai satu kesatuan yang utuh tanpa ada intervensi pihak luar. Bila selalu ada campur tangan, laju keluarga itu akan tersendat. Sekaligus menghubungkan dua keluarga besar dari ikatan pernikahan. Allah SWT berfirman, “Dan Dia (pula) yang menciptakan manusia dari air lalu dia jadikan manusia itu (punya) keturunan dan mushaharah dan adalah Tuhanmu Mahakuasa.” (QS al-Furqan [25]: 54).

Ia menyebutkan beberapa hadis lain yang menguatkan tentang pentingnya mendahulukan ketaatan istri kepada suami dibandingkan orang tua. Di antara hadis tersebut, yaitu hadis yang diriwayatkan oleh al-Hakim dan ditashih oleh al-Bazzar. Konon, Aisyah pernah berta nya kepada Rasulullah, hak siapakah yang harus diutamakan oleh istri? Rasulullah menjawab, “(hak) suaminya.” Lalu, Aisyah kembali bertanya, sedang kan bagi suami hak siapakah yang lebih utama? Beliau menjawab, “(Hak) ibunya.”

Kata-Kata Maaf, Kata Mutiara Tentang Kesalahan dan Memaafkan

Deas 10Ketika melakukan salah, hal yg harus kamu lakukan adalah: 1. Maafkan aku. 2. Ini salahku. 3. Apa yg bisa aku lakukan tuk memperbaikinya?

Jangan membalas mereka yang menyakitimu, maafkan. Kata maaf darimu akan membuat mereka tak berdaya untuk menyakitimu lagi.

Memaafkan adalah balasan terbaik untuk sebuah kesalahan. Mungkin berat, tapi tidak untuk mereka yang punya niat.

Hati-hati dlm berkata, karena ketika melukai hati, dia mampu meninggalkan bekas luka yg bahkan kata maaf tak mampu menghapusnya.

Tak perlu bersusah payah untuk membalas dendam, cukup maafkan setiap kesalahan. Karena memaafkan adalah pembalasan yang terbaik.

Terkadang, memaafkan seseorang yang telah menyakiti adalah hal sulit, tetapi dengan kasih sayang kamu bisa memaafkan dengan mudah.

Memaafkan bukan berarti kamu lemah, namun karena kamu kuat dan cukup dewasa tuk mengerti bahwa orang membuat kesalahan.

Kadang lebih mudah memaafkan mereka yg berbuat salah daripada memaafkan mereka yg berkata benar. Kejujuran kadang menyakitkan.

Hampir semua orang bisa memaafkan & melupakan, namun terkadang kita tak ingin seseorang melupakan bahwa kita telah memaafkannya.

Jika kamu bangga punya hati yang BERANI tuk mengakui SALAH, maka aku bangga punya hati yang KUAT tuk memberi MAAF.

Ketika kamu mengatakan hal yang salah, melakukan hal yang salah, membuat pilihan yang salah, Tuhan selalu memaafkan dan menolongmu.

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Menjaga sikap dan tutur kata kita lebih baik daripada meminta maaf.

Kata MAAF tak dimaksudkan tuk melepaskan dirimu dari masalah, tapi dimaksudkan tuk mengakui bahwa kamu telah berbuat SALAH.

MAAF adalah kata sederhana yang bisa mengubah segala suasana. Tapi, jadilah pemberi maaf, bukan peminta maaf.

Kuasai emosi ketika mengatasi masalah. Sikap kurang sabar akan membuat masalah semakin besar.

Terkadang memberi maaf adalah hal sulit, tetapi betapa kejamnya kita jika tidak mau memaafkan orang yg telah tulus meminta maaf.

Maafkan semua kesalahan. Tetapi jangan lupakan kesalahan, agar kita bisa bercermin untuk tidak melakukan kesalahan yang sama.

Hati akan menemukan kedamaiannya saat kita mampu memaafkan. Jadilah pribadi yang anggun diatas ketulusan.

Kamu lebih pemaaf daripada yang kamu bayangkan, tapi kamu harus memaafkan diri sendiri. Lupakan yang buruk lalu melangkah maju.

Memaafkan adalah ciri dari kerendahan hati. Dalam kerendahan hati, terdapat kebesaran jiwa dan keberserahan.

Ketika kenistaan dibalas dengan senyuman dan kekasaran balas dengan doa, itulah indahnya kesabaran dan memaafkan.

Memaafkan adalah jalan tercepat untuk sampai pada ke-Maha Pengasih-an Tuhan.

Ketika pasanganmu melakukan kesalahan, tak perlu memberitahu semua temanmu, karena bukan mereka yang akan memaafkan, tapi kamu.

Hanya mereka yang kuat yang mampu mengucapkan kata maaf, namun bagi mereka yang mampu memaafkan adalah orang yang lebih kuat.

Mengalami kesalahan itu wajar. Maafkan diri sendiri, dan ayo evaluasi diri untuk memperbaiki diri.

Kamu memaafkan seseorang bukan karena kamu lemah, tapi karena kamu cukup kuat tuk tahu bahwa tak ada yg sempurna, mereka bisa lakukan salah.

Aku mudah merasakan,tp sulit menyatakan. Aku mudah mengharapkan,tp sulit melepaskan. Aku mudah memaafkan,tp sulit melupakan.

Maafkan mereka yg membencimu, jangan kau balas membenci mereka, karena itu adalah salah satu bentuk mencintai diri sendiri.

Jangan malu untuk meminta maaf. Jarang ragu untuk memberi maaf. MAAF dapat mendekatkan dua hati yang pernah terpisah.

Hanya karena kamu tahu dia selalu memaafkanmu meski terus kamu sakiti, bukan berarti kamu terus menyakitinya. Dewasalah!

Kecewa pada org lain adalah hal wajar. Tapi jgn sampai kecewa terhadap diri sendiri. Untuk itu, maafkan diri sendiri agar kamu tak kecewa.

Meminta maaf atas kesalahan bukanlah hal yang hina, tetapi itu adalah tindakan nyata seorang pemberani.

Hal tersulit dari kata MAAF adalah orang mulai berpikir bahwa hal yg paling menyakitkan sekalipun bisa diselesaikan dgn kata maaf.

Memaafkan bukan berarti kamu lemah, namun karena kamu kuat dan cukup dewasa untuk mengerti bahwa orang membuat kesalahan.

Orang Bijak adalah orang yg menyadari kesalahannya, berani mengakuinya, mau memperbaikinya dan mau belajar darinya.

Kadang kamu memilih tuk sendiri, karena itu jauh lebih baik daripada berada dalam suatu hubungan yang salah.

Org yg salah: melukis air matamu & mengajarkan ttg rasa sakit. Org yg tepat: melukis senyumanmu & memberikan ketenangan.

Jangan biarkan ketakutan akan kesalahan menghalangi semangat untuk menggali potensi diri.

Ketika dia meninggalkanmu demi orang lain, jangan tangisi! Percaya bahwa itu hanya cara Tuhan menyelamatkanmu dari orang yg salah.

Jangan hanya menunggu waktu yang tepat. Karena itu bukanlah hal yang utama, terkadang waktu yang salah bisa menjadi yang paling sempurna.

Jangan terlalu memaksakan diri untuk melakukan segalanya dengan benar, karena kadang kesalahan membuatmu pribadi yang lebih baik.

Salah satu cara terbaik tuk menghindari rasa kecewa adalah dengan tak terlalu berharap apapun dari siapapun.

Hal termudah adalah mencari kesalahan org lain. Hal tersulit adalah mengakui kesalahan diri sendiri.

Akan selalu terlihat salah oleh orang yang tidak bisa berbesar hati melihat benarnya orang lain.

Jika menjauh dr ssorg bs membuatmu mjd org yg lbh baik, berarti kamu telah membuat keputusan yg benar & bljr dr kesalahanmu.

Tidak ada manusia yang sempurna. Tetapi bukan berarti kita diijinkan untuk selalu salah. Upayakan yang terbaik.

Hati gak pernah salah, dan seharusnya manusia gak mudah nyerah.

Terkadang bbrp hal menjadi salah agar kita menjadi lbh baik. Terkadang bbrp hal menjadi buruk agar kita menjadi lbh kuat.

Ketika kamu terobsesi mengejar apa yg bukan untukmu, kamu akan selalu menemukan sesuatu yg salah dengan apa yg kamu miliki.

Orang-orang bisa mengatakan apa saja ttg dirimu, tp km yg menentukan perkataan mereka benar atau salah.

Orang Bijak adalah orang yang menyadari kesalahannya, berani mengakuinya, mau memperbaikinya dan mau belajar darinya.

Janganlah mencari kesalahan orang lain hanya untuk melemahkannya, karena kamupun belum tentu lebih baik darinya.

Tak salah jika ingin selalu tampil baik. Penampilan memang bukan yg utama, tapi sering kali penampilan dijadikan bahan penilaian yg pertama.

Kesalahan yg paling sering dilakukan adalah menganggap diri sendiri yang terbaik, padahal itu adalah kesalahan yang cukup besar.

Semangatlah menjalani hari ini, jangan risaukan kesalahan kemarin, cukup jadikan itu sebagai pelajaran agar tidak terulang kembali.

Ketika berbuat salah, jangan mengeluh, jangan marah. Tetapi pelajari kesalahan, kemudian coba kembali dengan cara yang berbeda.

Berhenti merasa takut dari apa yang mungkin salah atau yang kamu pikir bisa benar. Jika positif, bertindak dan cari jawabannya.

Ketika berbuat salah, jangan mengeluh, jangan marah. Tetapi pelajari kesalahan, kemudian coba kembali dengan cara yang berbeda.

Dalam mencoba sesuatu yg baru, tak ada yg salah dengan rasa takutmu, karena yg terpenting, jangan biarkan kata menyerah ada di benakmu.

Mengalami kesalahan itu juga sebuah pembelajaran. Trial and error ibarat pisau yang sedang diasah.

Adalah wajar jika manusia berbuat salah. Tapi itu bukan berarti bahwa setiap kesalahan bisa dibenarkan.

Jangan salah mengartikan perhatian seseorang. Karena mungkin memang dia adalah orang yang perhatian kepada semua orang.

Tak salah jika ingin selalu tampil baik. Penampilan memang bukan yg utama, tapi sering kali penampilan dijadikan bahan penilaian yg pertama.

Kesalahan yg paling sering dilakukan adalah menganggap diri sendiri yang terbaik, padahal itu adalah kesalahan yang cukup besar.

Semangatlah menjalani hari ini, jangan risaukan kesalahan kemarin, cukup jadikan itu sebagai pelajaran agar tidak terulang kembali.

Tak melakukan kesalahan itu mustahil. Yg perlu km lakukan adalah tidak bertahan pd kesalahan yg sama.

Berani mencoba, kamu mungkin akan salah. Tak berani mencoba, sudah pasti kamu kalah.

Ketika berbuat salah, jangan mencari alasan. Tetapi akui, perbaiki, dan upayakan untuk tidak mengulangi kesalahan itu.

Kesalahan yang paling buruk adalah terlalu sibuk mengamati dan mengurusi kesalahan orang lain.

Salah satu cara agar bisa ikhlas adalah dengan cara menganggap apapun yg dikerjakan bukan sebuah beban, tapi kesenangan.

Orang yang tidak pernah melakukan salah adalah orang yang tidak pernah melakukan apa-apa. Jangan takut mencoba!

Belajar dari setiap kesalahan dan kamu akan menjadi orang yang lebih baik. Ingatlah, Tuhan tidak pernah meninggalkanmu.

Jika kamu tak perbaiki apa yg salah ketika seseorang mengecewakanmu, dia tak akan pernah belajar bagaimana baiknya memperlakukanmu.

Terkadang, kamu berusaha menghindari sesuatu, bukan berarti kamu membencinya. Kamu menginginkannya tapi kamu tahu bahwa itu salah.

JANGAN TERLALU BANGGA DENGAN WAJAH TAMPAN DAN CANTIK

Deas 27Jangan terpedaya dg usia mudamu
Jangan terlena dengan kesenangan kehidupan mu
Jangan terlalu berbangga dg wajah tampan dan cantikmu
Bila malaikat maut mencabut ubun ubun mu
Tak ada guna semua milik mu

Jangan kau terbuai dg jabatan mu
Jangan kau terpesona akan kekayaanmu
Jangan kau merasa aman dg orang orang yg ada disekelilingmu
Bila Allah menghendaki ajal mu
Semua kepunyaan mu tak mampu menyelamatkan mu

Dia lah Allah, Yang Maha berkehendak
Dia lah Allah Sang Raja, dan kita manusia adalah hamba
Dia yang menciptakan
Dan Dia tempat mahluk di kembalikan

Sebagai hamba kita punya kewajiban
Yaitu menyembah Nya, mengingatiNya, dan mentaatiNya

Jangan kau beralasan sedang susah
Maka bersedekah ogah ogah
Jangan kau beralasan sedang sakit
Maka beribadah di irit irit

Jangan kau beralasan masih belum siap
Maka taobat di tunda tunda
Jangan kau beralasan belum mampu
Di ajak taat bilang nanti dulu

Belajar sholat walau belum taat
Belajar ngaji walau maksiat belum bisa menyudahi

Allah Maha Pengampun
Allah Maha Penyayang
Sebesar dan seburuk apapun
Kelakuan kita
Bila kita bertaobat dan memohon ampunanNya
In syaa Allah, pintu taobat terbuka selebar lebarnya.

Penyakit Hubbud Dunya

1692009-065614pm” Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak, dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih, pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka Jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.” (Q.S. At-Taubah ayat 34-35).

Allah SWT sangat murka kepada mereka yang melakukan al-kanzu (perbuatan menimbun harta), sebagaimana telah dijelaskan dalam firman-Nya diatas. Namun sering kita salah memahami pandangan-Nya, berkenaan dengan urusan harta duniawi tersebut. Ada dari kita yang menduga, bahwa Islam melarang orang kaya, bahwa mengumpulkan harta itu tercela, saat baru membaca satu ayat itu saja. Banyak juga dari kita yang menganggap : kepapaan itu lebih terpuji daripada kebercukupan, dalam pandangan risalah agama yang diwahyukan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW ini.

Kebalikan dari al-kanzu adalah al- ‘afwu, yaitu menginfakkan apa yang berlebih dari kadar kebutuhan pribadi.

 “Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: ‘Yang lebih dari keperluan.’ Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berpikir.”firman Allah dalam Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 219.

 Dalam kitab Al Jami li Ahkam al Qur’an, Al Qurtubhi mengutip tafsir dari Imam Abdullah Bin Abbas, Imam Hasan Al Bashri dan Imam Qatadah bin Du’amah As-Sadusi, berkenaan dengan makna ayat tersebut. Tafsirnya adalah “Infakkanlah harta yang berlebihan dari kebutuhan-kebutuhan pribadimu, namun jangan sampai membuat dirimu menjadi merugi sehingga menjadi orang miskin.”

***

Jelas bagi kita, bahwa Allah sama sekali tak melarang kita memperkaya diri atau mengumpulkan harta, saat menyimak pembahasan teks Al Qur’an mengenai perbuatan al-kanzu maupun tindakan al-‘afwu diatas. Islam melarang al- kanzu, sebab perbuatan itu menghalangi kemanfaatan suatu barang/jasa yang seharusnya dinikmati oleh banyak orang. Nilai utility sebuah produk menjadi minus, karena perbuatan al- kanzu yang diterapkan oleh perorangan atau lembaga usaha itu.

Sebaliknya, Islam menganjurkan al-‘afwu, agar kelebihan harta kita bisa diinvestasikan kedalam usaha-usaha tertentu, yang tentunya harus juga memperhitungkan nilai profit, benefit dan keberkahan. Nilai profit adalah berapa besar usaha tersebut menghasilkan keuntungan atau laba materiil bagi kita. Nilai benefit atau manfaat adalah seberapa mampu usaha kita menyejahterakan diri,serta menyejahterakan orang-orang disekitar kita.

Disamping nilai profit dan benefit, jangan dilupakan : nilai keberkahan. Jika dua nilai sebelumnya terkait erat dengan urusan hablum minannaas, maka dalam perkara nilai keberkahan, segi hablum minallaah-nyalah yang lebih dominan. Artinya, jika nilai profit dan benefit terkait langsung dengan tanggung-jawab horisontal terhadap sesama, maka segi keberkahan menyangkut tanggung-jawab langsung seorang pelaku usaha kepada Allah SWT. Tips agar selamat dalam pertanggungjawaban diri dihadapan-Nya adalah dengan : memilih usaha yang halal dan thayyib.

Dari larangan melakukan al-kanzu maupun anjuran melakukan al-‘afwu tersirat jelas, Islam menghendaki pemerataan dalam bangun perekonomian sebuah masyarakat. Tak boleh ada dalam masyarakat Islam, beberapa gelintir orang hidup bermewah-mewah, sementara mayoritas lainnya hidup dibawah garis kemiskinan. Hendaknya mereka yang berkecukupan ikut membantu pengentasan kemiskinan. Dengan sedekah harian, rutin mengeluarkan zakat fitrah, dan lebih penting lagi membuka jalan rejeki bagi orang lain. Niat itu bisa diwujudkan dengan menggagas pendirian sebuah badan usaha atau lembaga keahlian, perancangan sebuah proyek padat karya, sehingga mampu menyerap banyak tenaga kerja.

Sayangnya Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam, malah jauh dari cita-cita ideal pemerataan dalam bidang perekonomiannya. Banyak ketimpangan terjadi, semakin tampak kentara kesenjangan antara si kaya dengan si miskin. Di negeri ini belum banyak pengusaha besar yang aktif bertindak sebagai bapak angkat usahawan kecil. Yang paling sering kita temui adalah : penyabotan terhadap hak-hak rakyat kecil, demi kepentingan pengusaha besar dan segelintir orang-orang di birokrasi. Motif mereka jelas adalah al- kanzu, atau memperkaya diri dan kroni-kroni, sebuah perbuatan yang jelas diharamkan lewat ayat 34-35 Al Qur’an surat At-Taubah, yang telah dikutip dalam paragraf pembuka.

Fakta terkini dari perbuatan al- kanzu itu adalah kegiatan penimbunan dan penyelundupan bahan bakar minyak (BBM), dari perairan Indonesia ke luar negeri. Kasus tersebut kini ramai diberitakan oleh berbagai media cetak dan elektronik. Sebab ironisnya, terjadi ditengah kelangkaan beberapa jenis BBM di daerah-daerah tertentu, terjadi diantara kabar melonjaknya harga BBM di pasar minyak dunia. Berdasarkan bukti awal yang ditemukan pihak Pertamina, kalangan aparat, sindikat penyelundup mancanegara dan oknum pejabat Pertamina sendiri, termasuk sebagai pihak-pihak yang ditengarai telah bersekongkol dalam kriminal penyelundupan itu.

***

Realita penyimpangan tersebut menunjukkan kepada kita, bahwa satu diantara banyak penyakit kronis yang menjangkiti kalangan terhormat negeri ini adalah : al-kanzu. Lalu, mengapa orang berkelebihan dan berkecukupan sampai terjebak melakukan perbuatan yang diharamkan itu ? Tentu bukan masalah ekonomi, bukan masalah pemenuhan kebutuhan hidup, yang menjadi sebab utamanya.

Rasulullah SAW pernah mengingatkan kepada kita, jangan sampai hati ini terjangkiti hubbud dunya, yaitu : cintaan berlebihan terhadap harta dunia. Memang normal saja manusia mencintai harta dunia, sebab Allah SWT sendiri telah berfirman :”Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan (kendaraan mewah), binatang-binatang ternak, dan sawah ladang, dan di sisi Allahlah tempat kembali yang baik“(Q.S. Ali ‘Imran : 14). Namun, jika cinta dunia melebihi cinta seorang hamba terhadap Rabb-nya, maka segala yang dicintai dan disukainya itu malah akan menjadi fitnah bagi diri.

Rasulullah SAW menggolongkan hubbud dunya sebagai fitnah terbesar bagi umatnya, sebagaimana sabda beliau : “Setiap umat memiliki fitnah dan ujian, dan fitnah terbesar bagi umatku adalah harta dunia.”(H.R. Muslim) Selain siksa pedih terhadap mereka yang terlampau mencintai dunia, sebagaimana tercantum dalam Al Qur’an surat At-Taubah ayat 34-35, Rasulullah SAW pernah juga mengingatkan umatnya akan siksa pedih dan murka Allah, bagi siapa-siapa yang terjangkiti penyakit hubbud dunya. “Sesungguhnya harta dunia ini adalah ibarat tanaman yang hijau (yang sangat menarik) dan terasa manis. Harta dunia akan menjadi sebaik-baiknya sahabat bagi kehidupan seorang Muslim, jika mendapatkannya dengan cara yang benar dan memanfaatkannya dengan cara yang benar pula, seperti untuk menegakkan agama Allah, menolong dan membantu anak-anak yatim, orang-orang miskin dan ibnu sabil (orang yang kehabisan bekal dalam perjalanannya). Dan barangsiapa yang mendapatkannya dengan cara yang tidak benar, maka ibarat orang yang makan tetapi tidak pernah merasa kenyang, dan kelak akan menjadi saksi pada hari kiamat (yang memberatkan).”demikian peringatan Rasulullah SAW dalam sebuah hadits shahih riwayat Imam Bukhari.

Agar diri tak terjangkiti hubbud dunya, terbebas dari kotoran hati dan kelak kembali pada nafsul muthmainnah, hendaknya kita mampu memilah antara urusan ‘kebutuhan’ dengan perkara ‘keinginan’. Kita canangkan ikhtiar kita untuk memenuhi apa-apa yang memang diperlukan, daripada untuk memenuhi syahwat keinginan. Islam menganjurkan kita untuk menggenggam harta sesuai kadar kebutuhan pribadi dan keluarga, serta memerintahkan infak dari sisa berlebih pemenuhan kebutuhan kita sehari-hari. Perlu diinsyafi bahwa jumlah infak itu, tak hanya sebatas ukuran sedekah recehan saja. Alangkah mulianya jika milik kita yang berlebih itu bisa bermanfaat untuk kepentingan umat, sebagai investasi pendidikan, usaha perdagangan atau apa saja yang berguna. Dengan begitu, hati kita akan terbebas dari hubbud dunya, dari perbuatan tercela seperti al- kanzu, sebagaimana dilakukan oknum aparat, pengusaha serta pejabat penimbun dan penyelundup BBM, yang kini tinggal menghitung waktu datangnya azab dari Allah ‘azza wa jalla. Wallahu a’lam bish shawab.

sumber

Coba Dievaluasi, Apakah Kita Masuk ke dalam kategori “Hubbud Dunya” ?

Berikut Klasifikasinya, kemudian coba kita evaluasi diri kita masing – masing. Kitakah salah satunya?

cinta dunia1. Anda tidak bersiap siap saat waktu shalat akan tiba.
2. Anda melalui hari ini tanpa sedikitpun membuka lembaran Al Qur’an lantaran Anda terlalu sibuk.
3. Anda sangat perhatian dengan omongan orang lain tentang diri Anda.
4. Anda selalu berpikir setiap waktu bagaimana caranya agar harta Anda semakin bertambah.
5. Anda marah ketika ada orang yang memberikan nasihat bahwa perbuatan yang Anda lakukan adalah haram.

6. Anda terus menerus menunda untuk berbuat baik. “Aku akan mengerjakannya besok, nanti, dan seterusnya.”
7. Anda selalu mengikuti perkembangan gadget terbaru dan selalu berusaha memilikinya.
8. Anda sangat tertarik dengan kehidupan para selebriti.
9. Anda sangat kagum dengan gaya hidup orang-orang kaya.
10. Anda ingin selalu menjadi pusat perhatian orang.
11. Anda selalu bersaing dengan orang lain untuk meraih cita-cita duniawi.
12. Anda selalu merasa haus akan kekuasaan dan kedigdayaan dalam hidup, dan perasaan itu tidak dapat dibendung.
13. Anda merasa tertekan manakala Anda gagal meraih sesuatu.
14. Anda tidak merasa bersalah saat melakukan dosa-dosa kecil
15. Anda tidak mampu untuk segera berhenti berbuat yang haram, dan selalu menunda bertaubat kepada Allah.
16. Anda tidak kuasa berbuat sesuatu yang diridhai Allah hanya karena perbuatan itu bisa mengecewakan orang lain
17. Anda sangat perhatian terhadap harta benda yang sangat ingin Anda miliki.
18. Anda merencanakan kehidupan hingga jauh ke depan.
19. Anda menjadikan aktivitas belajar agama sebagai aktivitas pengisi waktu luang saja, setelah sibuk berkarir.
21. Anda memiliki teman-teman yang kebanyakannya tidak bisa mengingatkan Anda kepada Allah.
21. Anda menilai orang lain berdasarkan status sosialnya di dunia.
22. Anda melalui hari ini tanpa sedikitpun terbersit memikirkan kematian.
23. Anda meluangkan banyak waktu sia-sia melakukan sesuatu yang tidak bermanfaat bagi kehidupan akhirat.
24. Anda merasa sangat malas dan berat untuk mengerjakan suatu ibadah.
25. Anda tidak kuasa mengubah gaya hidup Anda yang suka berfoya-foya, walaupun Anda tahu bahwa Allah tidak menyukai gaya hidup seperti itu.
26. Anda senang berkunjung ke negeri-negeri kafir.
27. Anda diberi nasihat tentang bahaya memakan harta riba, akan tetapi Anda beralasan bahwa beginilah satu satunya cara agar tetap bertahan di tengah kesulitan ekonomi.
28. Anda ingin menikmati hidup ini sepuasnya.
29. Anda sangat perhatian dengan penampilan fisik Anda.
30. Anda meyakini bahwa hari kiamat masih lama datangnya.
31. Anda melihat orang lain meraih sesuatu dan Anda selalu berpikir agar dapat meraihnya juga.
32. Anda ikut menguburkan orang lain yang meninggal, tapi Anda sama sekali tidak memetik pelajaran dari kematiannya.
33. Anda ingin semua yang Anda harapkan di dunia ini terkabul.
34. Anda mengerjakan shalat dengan tergesa-gesa agar bisa segera melanjutkan pekerjaan.
35. Anda tidak pernah berpikir bahwa hari ini bisa jadi adalah hari terakhir Anda hidup di dunia.
36. Anda merasa mendapatkan ketenangan hidup dari berbagai kemewahan yang Anda miliki, bukan merasa tenang dengan mengingat Allah.
37. Anda berdoa agar bisa masuk surga namun tidak sepenuh hati seperti halnya saat Anda meminta kenikmatan dunia..

Nah, berapa persen hubbud dunya (cinta dunia) memenuhi ruang hati kita?

Smg bermanfaat..

Ipar Adalah Maut

Ipar-adalah-Kematian-2Seringkali para suami / istri mengabaikan permasalahan berhubungan komunikasi dan bergaul dengan ipar – ipar mereka, sehingga tak jarang mereka kerap akrab, bergaul tanpa batas, bahkan saat sang Ipar tinggal bersama 1 rumah, suami / istri kerap kali melalaikan etika Islam dalam hal berbusana, istri tak canggung memakai busana minim didepan Ipar lelakinya, begitu juga sang Ipar adik istri tak canggung menggunakan busana seenaknya di depan suami kakaknya .. 

Akibatnya, banyak kasus terjadi, dari mulai pandangan hingga boncengan berujung kepada janjian dan terjadilah kecelakaan, ini semua akibat dari kelalaian keluarga dan kelalaian kita dalam hal ilmu ilmu agama Islam.

Ipar Bukanlah Mahrom (Kedudukan Ipar dalam Islam)

Defisi mahrom menurut Imam an-Nawawi :

كل من حرم نكاحها على التأبيد بسبب مباح لحرمتها

Setiap wanita yang haram untuk dinikahi selamanya, disebabkan sesuatu yang mubah, karena statusnya yang haram. (Syarah Shahih Muslim, An-Nawawi, 9:105)

Ipar (adik / kakak istri / suami) bukanlah mahrom , khususnya adik / kakak nya sang istri, dia hanya dilarang dinikahi selama si istri masih menjadi istri kita, karena terkait larangan mengumpulkan dua saudara sebagaimana firman Allah:

وَأَنْ تَجْمَعُوا بَيْن الْأُخْتَيْنِ

“(Kalian tidak boleh) menggabungkan dua perempuan bersaudara…” (QS. an-Nisa: 23)

Maksudnya, tidak boleh menikahi dua wanita bersaudara, baik saudara kandung maupun sepersusuan.

Artinya jika sang istri sudah bercerai dengan kita, dan istri sudah habis masa ‘iddahnya, kita boleh menikahi ipar kita tersebut.

Ipar adalah Bahaya

Melihat penjelasan diatas, maka kedudukan ipar sama halnya dengan kaum muslimin dan muslimah lainnya, oleh karena itulah Nabi memperingatkan bahayanya :

إِيَّاكُمْ وَالدُّخُوْلَ عَلَى النِّسَاءِ. فَقَالَ رَجُلٌ مِنَ اْلأَنْصَارِ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، أَفَرَأَيْتَ الْحَمْوَ؟ قَالَ: الْحَمْوُ الْمَوْتُ

“Hati-hati kalian masuk ke tempat para wanita!” Berkatalah seseorang dari kalangan Anshar, “Wahai Rasulullah! Apa pendapat anda dengan ipar?” Beliau menjawab, “Ipar adalah maut. (HR. Al-Bukhari no. 5232 dan Muslim no. 5638)

Ipar di sini adalah kerabat suami selain ayah dan anak laki-lakinya. Makna “Ipar adalah maut”, kata Al-Imam An-Nawawi rahimahullahu, bahwa kekhawatiran terhadap ipar lebih besar daripada orang selainnya. Kejelekan bisa terjadi darinya dan fitnahnya lebih besar. Karena biasanya ia bisa masuk dengan leluasa menemui wanita yang merupakan istri saudaranya atau istri keponakannya, serta memungkinkan baginya berdua-duaan dengan si wanita tanpa ada pengingkaran, karena dianggap keluarga sendiri. Beda halnya kalau yang melakukan hal itu laki-laki ajnabi yang tidak ada hubungan keluarga dengan si wanita. (Al-Minhaj, 14/ 378)

Maka tak pelak lagi, untuk menjaga kemadhorotan yang terjadi lebih besar lagi, Nabi melarangnya secara umum untuk berkhalwat dan berduaan dengan Ipar, sebagaimana sabda beliau :

لا يخلون أحدكم  بامرأة فإن الشيطان ثالثهما.

“Janganlah salah seorang dari kalian berkhalwat dengan seorang wanita karena sesungguhnya setan adalah orang yang ketiga.” (HR. Ahmad 1/18, Ibnu Hibban 1/436, dan dishahihkan oleh Al-Albani)

Pemahaman hadits diatas pun tentu saja berlaku bagi wanita pula .

Maka ada beberapa hal yang sebaiknya kita perhatikan dalam bergaul dengan Ipar : 

1. Memisahkan ipar dari tempat tinggal suami dan istri

2. Jika memang terpaksa 1 rumah, maka ini sebuah perkara yang berat, suami / istri mesti benar benar menjaga diri mereka dan memberikan pengertian pula pada iparnya , sehingga mereka benar benar bisa saling menjaga pandangan, menjaga aurat dan menjaga diri dan hati masing-masing, dan ini sangat berat, karena menjaga khalwat, menjaga segala sesuatunya bukan sebuah hal yang sangat mudah. akan sanggupkah kita ?

3. Menjaga pergaulan, sehingga memberlakukan ipar sebagaimana muslim / muslimah lainnya yang bukan mahromnya, artinya tidak halal memboncengnya, tidak halal menyentuh kulitnya, dan lain lainnya..

Jalan terbaik tentulah menjaga dan menutup pintu fitnah bagi keluarga kita, karena tak sedikit kasus perselingkuhan terjadi akibat tidak adanya batasan antara kita dengan ipar, wal’iyadzubillah ..

Disusun Oleh : Muhammad Yusuf Abu Iram

sumber

APAKAH MENUJU KEHADIRAT ALLAH HARUS MEMAKAI BUROQ ?

Pada kesempatan ini saya ingin mengajak kita semua untuk merenungi sebuah peristiwa yang sangat penting yaitu Isra’ Mikraj Nabi Muhammad SAW, walaupun sekarang bukan bulan Ra’jab akan tetapi hal yang pokok dari Isra’ Mikraj itu sering kali terlupakan oleh kita semua. Hal yang paling pokok dalam Isra’ Mikraj adalah proses perjumpaan Nabi dengan Allah SWT dan  Beliau memakai kenderaan yang mempunyai kecepatan tak terhingga yang kita sebut dengan Buroq dan dibawah bimbingan Jibril AS

Kalaulah nabi Muhammad menuju Tuhan harus memakai Buroq apakah Saidina Abu Bakar dan para sahabat Nabi juga  harus memakai Buroq?

TIDAK

Lho berarti para sahabat lebih hebat dari Nabi donk, Nabi menuju kehadirat Tuhan harus mamakai kendaraan sementara sahabat langsung bisa jumpa Tuhan, bukankah itu suatu hal yang mustahil?

Pertanyaan lebih lanjut, apakah kita juga harus memakai Buroq juga?

TIDAK!!!

Berarti kita lebih hebat dari Nabi Muhammad SAW?

Menurut saya untuk bisa mencapai sesuatu dengan hasil yang sama maka kita harus memakai rumus yang sama juga, kalau kita memakai rumus yang berbeda maka hasilnya juga akan berbeda. Sebagai contoh apabila kita ingin ke Bulan yang sifatnya zahir dan bisa dilihat maka kita harus memiliki kenderaan yang bisa melawan gravitasi bumi, dan kita sepakat untuk bisa ke bulan harus memakai roket, kenderaan yang sudah terbukti bisa mengantarkan manusia ke bulan. Andai generasi berikut ingin ke bulan tentu minimal harus memakai kenderaan yang sama agar bisa mendarat di bulan. Kalau kita memakai kendaraan yang berbeda maka sudah pasti tidak akan bisa mendarat di bulan.

Lalu bagaimana mungkin kita bisa sampai kehadirat  Tuhan kalau tidak memakai kenderaan yang sama seperti kenderaan yang dipakai oleh Nabi Muhammad SAW menuju kehadirat Allah SWT?

Apa itu Buroq?

Pertanyaan ini harus kita jawab terlebih dahulu, kita semua harus tahu apa itu Buroq sehingga akan memudahkan kita untuk bisa mengerti tentang proses perjalanan Nabi menuju Allah SWT. Dari hadist kita tahu dan saya baca disini bahwa Buroq itu adalah binatang ini berwarna putih, lebih besar dari himar lebih rendah dari baghal, dia letakkan telapak kakinya sejauh pandangan matanya, panjang kedua telinganya, jika turun dia mengangkat kedua kaki depannya, diciptakan dengan dua sayap pada sisi pahanya untuk membantu kecepatannya.

Demikianlah gambaran buroq yang saya dapatkan berdasarkan hadist Nabi

Apa memang Buroq itu memang sejenis binatang yang punya sayap? Atau hanya sebuah permisalan yang digambarkan nabi karena zaman itu kenderaan yang lain cepat adalah Kuda.

Saya yakin orang yang telah sampai kehadirat Allah SWT akan tersenyum membaca tulisan ini, senyum penuh makna, lalu bagaimana dengan orang yang berkerut keningnya?

Saya tidak menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas karena semua jawaban akan saya serahkan sepenuhnya kepada saudara-saudara sekalian. Semoga kita semua akan menemukan jawaban yang sebenarnya, aamiin

sumber